KEARIFAN LOKAL DAERAH KALIMANTAN SELATAN

KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN SELATAN




Matang Kaladan
Sebagai Raja Lima nya Kalimantan Selatan


        Tau gak sih Matang Kaladan? Ini merupakan salah satu objek wisata yang lagi Booming di Kalimantan Selatan. Berawal dari postingan foto rekan di facebook akhirnya aku tertarik mengunjungi tempat ini. Keindahan alam dari atas bukit matang tak dapat diragukan lagi, kalau dipandang dari jauh seperti pemandangan alam di objek wisata yang sangat terkenal “Raja Ampat” Papua. Perjalanan menuju Matang Kaladan ku mulai pukul delapan pagi bersama beberapa rekan kerja ku di Madrasah, perjalanan yang sangat menyenangkan didampingi Yeni  sebagai pemandu wisata, maklum rekan kerja yang sudah ku anggap adik ini rajanya petualang karena dulu yeni pernah bergabung  dalam organisasi Pecinta Alam di Kampus nya dimana gunung-gunung dan bukit-bukit di daerah mandi angin sudah dikuasainya.
Tit... tit.... suara klakson saling bergantian dengan lima buah kendaraan berbaris dan saling berbalapan menambah keseruan perjalanan ku. Kurang lebih satu jam menuju pelabuhan riam kanan, sampai dipelabuhan tersebut kami disambut oleh para para penduduk yang tak lain adalah pemandu wisatawa untuk menuju bukit matang. Beberapa diantaranya adalah tukang parkir, tukang ojek dan para pedagang makanan. Sempat ditawar oleh beberapa bapak-bapak dan para pemuda yang mengendarai kendaraan bermotor untuk naik ke bukit matang menggunakan kendaraan saja dengan tarif  Rp. 25.000 per orang dan kata beliau hanya sebentar saja dengan menggunakan kendaraan kurang lebi 15 menit akan sampai ke atas bukit matang. Namun kami memutuskan untuk pilihan kedua dengan berjalan kaki karna si Yeni si pemandu kita sudah tau jalan dan lika liku menuju ke atas.
Akhirnya kami membayar karcis untuk naik ke atas bukit dengan biaya Rp. 2000 perorang. Ku susuri jalan setapak bersama rekan rekan, kadang berbelok kadang menanjak sampailah pada satu tanjakan yang cukup tinggi. Terhentilah langkah kami memandangi tanjakan tersebut, seakan tidak percaya tanjakkan itu begitu tinggi, rasanya tidak sanggup melangkahkan kaki ke atas sana. Ada juga keingian untuk  kembali kebawah lalu naik ojek saja karena jalan tanjakan itu terlalu tinggi. Tapi kata Yeni tanggung ini jalan sudah separo jalan. “Kurang lebih setengah jam aja kaka kita sampai keatas” kata Yeni. Yah....baiklah kembali ku kumpulkan tenaga dan  semangat untuk bisa sampai ke atas.
Dengan semangat empat lima kami lanjutkan perjalanan, alamak jalannya begitu tinggi dan curam rasanya kaki semakin berat menuju keatas, ku ambil beberapa batang kayu untuk membantu  perjalanan kami, kami pun berbaris dan berjalan perlahan namun salah satu rekan ku yang berjalan dibarisan kedua berhenti sesaat dan dengan tiba-tiba berbunyi suara “tuuuuuuuut’..... tak lama suara tawa terbahak-bahak, kami yang ada dibelakangnya sontak kaget.... ternyata dia kentut guyyyyysssss... dan wajahnya yang lugu seolah tidak melakukan apa-apa. Kami yang ada dibarisan belakang pun memelih balik kanan bubar jalan....dan tertawa geli sampai perut ini sakit....hahahaha...
Sambil tertawa geli dan terengah kami melanjutkan perjalanan. “ woooi sudah oii kalo sambil ketawa kita susah nafasnya dan tambah capek karena jalan terus menanjak. Sesekali kami beristirahat dibawah pohon untuk memulihkan tenaga, dan akhirnya sampailah di atas bukit Matang Kaladan.
Subhanallah, luar biasa permandangan dari atas bukit Matang Kaladan ini, terhampar pemandangan danau dan pulau-pulau kecil yang indah tiada tara bahkan salah satu pengunjung ada yang mengatakan pemandangan alam ini seperti di Raja Ampat yang ada di Papua, sontak Yeni nyeletuk “ooooh ini lah Raja Lima nya Kalimantan Selatan” dan kami pun tertawa seraya melepas penat. Akhirnya perjalanan yang melelahkan terbayar dengan pemandangan alam yang sangat indah, kita juga bisa berselfi ria di wahana-wahana yang disediakan di atas sana, objek foto selfie di atas pohon, meja jamur, kapal layar dan sebagainya menambah perjalanan wisata ini semakin menarik.


HUBUNGI VIA WA

Komentar